❄️ Mengomentari Berbagai Laporan Lisan Dengan Memberikan Kritik Dan Saran
Pujisyukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah_Nya kepada kita semua. Karena atas karunia_Nyalah kita dapat menyelesaikan laporan ini.Dalam penyusunan Laporan ini kami mengalami berbagai hambatan.Namun berkat kegigihan kamidan bantuan dari dari berbagai pihak laporan ini dapat selesai sesuai dengan batasan waktu yang telah di tentukan
PESANUNTUK SEMUA KASKUSER-SELALU GUNAKAN TRANSAKSI OFFICIAL RESMI KASKUS ATAS NAMA "PT. DARTA MEDIA INDONESIA" UNTUK KEAMANAN DAN KENYAMANAN AGAN DALAM BERTRANSAKSI DI JB KASKUS mulai tanggal 7 Oktober 2016 KASKUS TIDAK lagi menggunakan SMS untuk Seller dan Buyer sebagai notifikasi dalam bertransaksi. Untuk informasi lebih lengkap silahkan untuk cek link berikut. Apabila masih ada perta
11 Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan. 1.2 Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran 6.2 Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
Memahamiinformasi dari berbagai laporan Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Sumber/ Waktu Bahan/Alat 1.1 Membedakan Laporan • Mendengarkan laporan • Mencatat pokok-pokok Jenis Tagihan: 4 Teks laporan antara fakta • Laporan kegiatan dari suatu kegiatan isi laporan • tugas kelompok dari
danopini dari berbagai laporan. berbagai laporan lisan. 1.2 Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran. Kelas XII, Semester 2 Standar Kompetensi Membaca 9. Kompetensi Dasar 9.1 Mengajukan Memahami saran perbaikan informasi dari tentang berbagai sumber informasi yang yang disampaikan disampaikan secara lisan.
Mengungkapkan berbagai kemampuan yang dimiliki para peserta - Memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyalurkan kemampuan masing-masing. - Memperoleh umpan balik dari peserta mengenai sasaran laporan yang telah dan belum tercapai. 9. Perbedaan skeptis, analitis, dan kritis adalah: - Skeptis adalah kurang percaya, ragu-ragu terhadap
Mendengarkandan Mengomentari Laporan. Anda dapat mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran. 4 Teks Mendengarkan (halaman 175) Permasalahan nasib seni tradisi dapat disajikan dalam bentuk laporan. Saat mendengarkan laporan, Anda dapat mengungkapkan komentar terhadap isi laporan. Apa saja yang harus diperhatikan
SoalPg Materi Mengomentari Laporan Lisan. Mengomentari Berbagai Laporan Lisan Dengan Memberikan Kritik Dan Saran Seputar Laporan From seputaranlaporan.blogspot.com. Soal tentang kls 6 ktsp Soal tematik tema 1 kls 2 edisi revisi 2017 Soal tentang ciri ciri makhluk hidup sma kls x Soal tematik tema 6 kls v. Source: wartabahasa.com
1 Memahami informasi dari berbagai laporan 1.1. Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan 1.2. Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran 2. Memahami pembacaan novel 2.1. Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan. 2.2.
Kritikdan saran sangat kami harapkan untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Amiin. Bekasi, 10 Desember 2011. Penyusun. Syamsul Falah . PERSEMBAHAN. Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang senantiasa memberikan berbagai macam nikmat kepada kita semua.
Kritikdan Saran Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : XII/1 Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Standar Kompetensi : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan Kompetensi Dasar : 1.2 Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran Indikator : 1.
Atauanda juga bisa mengoleskan air rendaman cengkih pada ketiak anda. 6. Menghilangkan Bau Badan dengan Ketimun Sediakan 1 buah mentimun, kemudian kupas mentimun tersebut. Setelah itu gosok-gosokan buah mentimun tersebut pada bagian badan yang berbau setiap kali anda selesai mandi. 7. Menghilangkan Bau Badan dengan Kemangi
a93Hq. Kamu akan berlatih menyimak sebuah rekaman laporan dan berlatih memberikan kritik dan saran. Untuk itu, kemampuan khusus yang harus dilatih adalah 1. mencatat pokok-pokok informasi dari laporan yang diperdengarkan; 2. merumuskan pokok persoalan yang menjadi permasalahan dalam laporan yang diperdengarkan; 3. memberikan kritik dan saran atas informasi dari laporan yang diperdengarkan dengan alasan yang logis. Keterampilan menyimak hendaknya dikuasai setiap orang yang ingin meningkatkan kualitas hidup dan intelektualitasnya. Menyimak bukan sekadar mendengar, tetapi mendengarkan dengan saksama dan penuh perhatian. Oleh karena itu, penyimak yang baik harus dapat menyerap dan memahami topik-topik yang disimak. Pada pelajaran ini, kamu dilatih untuk menyimak secara kritis sehingga mampu memberikan kritik dan saran atas kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam laporan yang akan diperdengarkan. Untuk dapat menyimak laporan dengan baik, berkonsentrasilah dengan saksama dan catatlah pokok-pokok informasi yang disampaikan! Banyak orang yang merasa takut dikritik karena banyak yang beranggapan bahwa kritikan sama dengan hinaan atau hujatan. Perlu di sadari bahwa kritik merupakan uraian atau pertimbangan baik buruk terhadap sesuatu. Manusia kebanyakan takut ketahuan kekurangan atau kesalahannya, banyak yang menghindar bahkan marah kalau dikritik dan diberi saran. Hal itu sangat keliru karena kritik sebenarnya untuk memperbaiki kesalahan dan menyempurnakan kekurangan. Oleh karena itu, kita harus terbuka dan lapang dada terhadap kritik kalau ingin lebih baik. Menyampaikan kritik dan saran harus dilakukan secara bijaksana. Kritik dan saran yang disampaikan harus didukung bukti nyata secara objektif. Saran merupakan pendapat berupa anjuran, usulan, harapan, dan cita-cita yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Agar penilaian itu objektif, perlu disertai dengan bukti dan alasan yang kuat. Rujuklah sumber-sumber referensi yang relevan agar alasan dan bukti yang kamu kemukakan akurat! Selanjutnya, praktikkan latihan menyimak dan latihan menyampaikan kritik dan saran berdasarkan laporan yang akan dibacakan temanmu berikut ini! Simaklah laporan yang dibacakan dengan penuh konsentrasi dan cermati kesalahan atau kekurangan yang terdapat dalam laporan! Sikap Pemakai Bahasa Indonesia Yang Negatif ... Bangsa Indonesia, sebagai pemakai bahasa Indonesia, seharusnya bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Dengan bahasa Indonesia, mereka bisa menyampaikan perasaan dan pikirannya dengan sempurna dan lengkap kepada orang lain. Mereka semestinya bangga memiliki bahasa yang demikian itu. Namun, berbagai kenyataan yang terjadi, tidaklah demikian. Rasa bangga berbahasa Indonesia belum lagi tertanam pada setiap orang Indonesia. Rasa menghargai bahasa asing dahulu bahasa Belanda, sekarang bahasa Inggris masih terus menampak pada sebagian besar bangsa Indonesia. Mereka menganggap bahwa bahasa asing lebih tinggi derajatnya daripada bahasa Indonesia. Bahkan, mereka seolah tidak mau tahu perkembangan bahasa Indonesia. Fenomena negatif yang masih terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut. 1. Banyak orang Indonesia memperlihatkan dengan bangga kemahirannya menggunakan bahasa Inggris, walaupun mereka tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik. 2. Banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing Inggris tetapi tidak pernah merasa malu dan kurang apabila tidak menguasai bahasa Indonesia. 3. Banyak orang Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik. 4. Banyak orang Indonesia merasa dirinya lebih pandai daripada yang lain karena telah menguasai bahasa asing Inggris dengan fasih, walaupun penguasaan bahasa Indonesianya kurang sempurna. 5. Kenyataan-kenyataan tersebut merupakan sikap pemakai bahasa Indonesia yang negatif dan tidak baik. Hal itu akan berdampak negatif pula pada perkembangan bahasa Indonesia. Sebagian pemakai bahasa Indonesia menjadi pesimis, menganggap rendah, dan tidak percaya kemampuan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya dengan lengkap, jelas, dan sempurna. Akibat lanjut yang timbul dari kenyataan-kenyataan tersebut antara lain sebagai berikut. 6. Banyak orang Indonesia lebih suka menggunakan kata-kata, istilah-istilah, dan ungkapan-ungkapan asing, padahal kata-kata, istilah-istilah, dan ungkapan-ungkapan itu sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia, bahkan sudah umum dipakai dalam bahasa Indonesia. Misalnya, page, background, reality, alternatif, airport, masing-masing untuk “halaman”, “latar belakang”, “kenyataan”, “kemungkinan pilihan”, dan “lapangan terbang” atau “bandara”. 7. Banyak orang Indonesia menghargai bahasa asing secara berlebihan sehingga ditemukan kata dan istilah asing yang “amat asing”, “terlalu asing”, atau “hiperasing”. Hal ini terjadi karena salah pengertian dalam menerapkan kata-kata asing tersebut, misalnya rokh, insyaf, fihak, fatsal,syarat muatan, dianggap syah. Padahal, kata-kata itu cukup diucapkan dan ditulis roh, insaf, pihak, pasal, sarat muatan, dan dianggap sah. 8. Banyak orang Indonesia belajar dan menguasai bahasa asing dengan baik tetapi menguasai bahasa Indonesia apa adanya. Terkait dengan itu, banyak orang Indonesia yang mempunyai bermacam-mecam kamus bahasa asing tetapi tidak mempunyai satu pun kamus bahasa Indonesia. Seolah-olah seluruh kosakata bahasa Indonesia telah dikuasainya dengan baik. Akibatnya, kalau mereka kesulitan menjelaskan atau menerapkan kata-kata yang sesuai dalam bahasa Indonesia, mereka akan mencari jalan pintas dengan cara sederhana dan mudah. Misalnya, pengggunaan kata yang mana yang kurang tepat, pencampuradukan penggunaan kata tidak dan bukan, pemakaian kata ganti saya, kami, kita yang tidak jelas. Kenyataan-kenyataan dan akibat-akibat tersebut kalau tidak diperbaiki akan berakibat perkembangan bahasa Indonesia L atihan terhambat. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, sepantasnyalah bahasa Indonesia itu dicintai dan dijaga. Bahasa Indonesia harus dibina dan dikembangkan dengan baik karena bahasa Indonesia itu merupakan salah satu identitas atau jati diri bangsa Indonesia. Setiap orang Indonesia patutlah bersikap positif terhadap bahasa Indonesia, janganlah menganggap remeh dan bersikap negatif. Setiap orang Indonesia mestilah berusaha agar selalu cermat dan teratur menggunakan bahasa Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, mestilah dikembangkan budaya malu apabila meraka tidak mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Anggapan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang dipenuhi oleh kata, istilah, dan ungkapan asing merupakan bahasa Indonesia yang “canggih” adalah anggapan yang keliru. Begitu juga, penggunaan kalimat yang berpanjang-panjang dan berbelit-belit, sudah tentu memperlihatkan kekacauan cara berpikir orang yang menggunakan kalimat itu. Apabila seseorang menggunakan bahasa dengan kacau-balau, sudah tentu hal itu menggambarkan jalan pikiran yang kacau-balau pula. Sebaliknya, apabila seseorang menggunakan bahasa dengan teratur, jelas, dan bersistem, cara berpikir orang itu teratur dan jelas pula. Oleh sebab itu, sudah seharusnyalah setiap orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia yang teratur, jelas, bersistem, dan benar agar jalan pikiran orang Indonesia sebagai pemilik bahasa Indonesia juga teratur dan mudah dipahami orang lain.... Dikutip dari karya Drs. Masnur Muslich, 1. Rumuskanlah pokok-pokok persoalan yang menjadi permasalahan dalam laporan yang kamu dengar! 2. Sampaikan kritik dan saran secara bergiliran atas informasi dari laporan yang diperdengarkan dengan didukung bukti dan alasan yang logis! Gunakan berbagai sumber informasi untuk mendukung kritik dan saranmu! 3. Tanggapi dan diskusikanlah kritik dan saran yang disampaikan teman-temanmu!
0% found this document useful 0 votes8K views7 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes8K views7 pagesMengomentari Berbagai Laporan Lisan Dengan Memberikan Kritik Dan SaranJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Download Skip this Video Loading SlideShow in 5 Seconds.. KETERAMPILAN MENYIMAK DAN PEMBELAJARANNYA PowerPoint Presentation KETERAMPILAN MENYIMAK DAN PEMBELAJARANNYA. Tujuan Utama Menyimak. Menangkap, memahami atau menghayati pesan, ide, gagasan yang tersirat dalam bahan simakan. PENGERTIAN MENYIMAK Uploaded on Sep 20, 2014 Download PresentationKETERAMPILAN MENYIMAK DAN PEMBELAJARANNYA - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Presentation Transcript KETERAMPILAN MENYIMAK DAN PEMBELAJARANNYATujuan Utama Menyimak Menangkap, memahami atau menghayati pesan, ide, gagasan yang tersirat dalam bahan MENYIMAK Menyimak adalah suatu proses/kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Menyimak merupakan suatu proses yang mencakup kegiatan • mendengarkan bunyi bahasa, • mengidentifikasi, • menginterpretasi, • menilai, dan • mereaksi atas makna yang terkandung di Ada unsur ketidaksengajaan atau tidak direncanakan. • Mendengarkan Ada unsur kesengajaan atau direncanakan tetapi belum diikuti dengan upaya pemahaman secara intensif. • Menyimak Ada unsur kesengajaan atau direncanakan, diikuti dengan proses pemahaman secara intensif dengan penuh MENYIMAK • Tahap mendengar, pada tahap ini penyimak mendengarkan segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara. • Tahap memahami terjadi ketika penyimak mendengar; ada keinginan untuk memahami atau mengerti isi pembicaraan. • Tahap menginterpretasi adalah adanya keinginan penyimak untuk menafsirkan atau menginterpretasikan isi pembicaraan yang tersirat dalam ujaran. • Tahap menilai yakni tahap penyimak mengevaluasi keunggulan/kelemahan gagasan pembicara, kebaikan dan kekurangan si pembicara. • Tahap menanggapi yakni tahap adanya respons dan keberterimaan dari penyimak dengan menanggapi pembicaraan. Klasifikasi Tujuan Menyimak • Mendapatkan fakta. • Menganalisis fakta. • Mengevaluasi fakta. • Mendapatkan inspirasi. • Menghibur diri. • Meningkatkan kemampuan MENYIMAK • Landasan belajar bahasa • Penunjang keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. • Pelancar komunikasi lisan. • Penambah merupakan proses • hearing mendengar; • understanding memahami; • evaluating menilai; • responding mereaksi.Kemampuan Penunjang Menyimak • Kemampuan memusatkan perhatian kepada suatu hal. • Kemampuan menangkap bunyi. • Kemampuan linguistik dan nonlinguistik. • Kemampuan mengingat. • Kemampuan memverifikasi. • Kemampuan Klasifikasi Menyimak • Sumber suara. • Taraf aktivitas penyimak. • Taraf hasil simakan. • Keterlibatan penyimak dan kemampuan khusus. • Cara menyimak bahan simakan. • Tujuan Sumber Suara • Intrapersonal listening Menyimak dalam pribadi • Interpersonal listening Menyimak antarpribadiBerdasarkan Taraf Aktivitas Penyimak • Silent listening Menyimak dalam taraf rendah • Active listening Menyimak dalam taraf tinggiBerdasarkan Taraf Hasil Simakan • Menyimak tanpa mereaksi • Menyimak terputus-putus • Menyimak terpusat • Menyimak pasif • Menyimak dangkal • Menyimak untuk membandingkan • Menyimak organisasi materi • Menyimak kritis • Menyimak kreatifBerdasarkan Keterlibatan Penyimak dan Kemampuan Khusus • Menyimak marginal • Menyimak apresiatif • Menyimak atentif • Menyimak analisisBerdasarkan Cara Menyimak Bahan Simakan • Menyimak intensif • Menyimak ekstensifBerdasarkan Tujuan Menyimak • Menyimak sederhana • Menyimak diskriminatif • Menyimak santai • Menyimak informatif • Menyimak literatur • Menyimak kritisBerdasarkan Tujuan Khusus • Menyimak untuk belajar • Menyimak untuk menghibur • Menyimak untuk menilai • Menyimak apresiatif • Menyimak untuk mengkomunikasikan ide dan perasaan • Menyimak untuk memecahkan masalahFaktor Penentu Keberhasilan Menyimak • Pembicara • Pembicaraan • Situasi • PenyimakSyarat Pembicara • Penguasaan materi • Berbahasa yang baik dan benar • Percaya diri • Berbicara sistematis • Gaya bicara menarik • Kontak dengan pendengarSyarat Pembicaraan • Aktual • Bermakna • Dalam pusat minat pendengar • Sistematis • Seimbang Kategori Situasi • Ruangan • Waktu • Suasana • Peralatan Syarat Penyimak • Kondisi • Konsentrasi • Mempunyai tujuan • Mempunyai minat • Mempunyai kemampuan linguistik dan nonlinguistik • Berpengalaman luas dan berpengetahuanKRITERIA PENYIMAKAN • CEPAT DAPAT CEPAT HILANG • CEPAT DAPAT LAMA HILANG • LAMA DAPAT CEPAT HILANG • LAMA DAPAT LAMA HILANGCiri-ciri Penyimak yang Baik • Siap fisik dan mental • Kosentrasi • Motivasi • Objektif • Menyeluruh • Menghargai • Selektif • Sungguh-sungguh • Tidak mudah terganggu/tergoda • Cepat menyesuaikan diri • Kenal arah pembicaraan • Kontak dengan pembicara • Merangkum • Mengevaluasi • MeresponsDuga Daya Simak Diri • Siapkah saya untuk menyimak? • Dapat konsentrasikah saya terhadap pembicaraan yang akan disampaikan? • Siapkah saya memulai menyimak? • Dapatkah saya temukan ide penunjang, ide pusat atau ide pokok? • Setelah pembicaraan selesai, sudahkan saya evaluasi pembicaraan pembicara?Cara Mempertajam Daya Simak Siswa • Simak-ulang ucap • Identifikasi kata kunci • Parafrase • Merangkum • Menjawab pertanyaanPEMBELAJARAN MENYIMAK Kelas X, Semester 1 Standar Kompetensi • Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung. Kompetensi Dasar • Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik berita dan nonberita. • Mengidentifikasi unsur sastra intrinsik dan ekstrinsik suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman. • Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung. • Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman. • Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman. Kelas X, Semester 2 Standar Kompetensi • Memahami informasi melalui tuturan Kompetensi Dasar • Menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung. • Menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan tidak langsung rekaman atau teks yang dibacakan. • Memahami cerita rakyat yang dituturkan. • Menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalui rekaman. • Menjelaskan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalui rekaman. Kelas XI, Semester 1 Standar Kompetensi • Memahami berbagai informasi dari sambutan/ khotbah dan wawancara. Kompetensi Dasar • Menemukan pokok-pokok isi sambutan/ khotbah yang didengar. • Merangkum isi pembicaraan dalam wawancara. • Memahami pementasan drama. • Mengidentifikasi peristiwa, pelaku dan perwatakannya, dialog, dan konflik pada pementasan drama. • Menganalisis pementasan drama berdasarkan teknik XI, Semester 2 Standar Kompetensi • Memahami pendapat dan informasi dari berbagai sumber dalam diskusi atau seminar. Kompetensi Dasar • Merangkum isi pembicaraan dalam suatu diskusi atau seminar. • Mengomentari pendapat seseorang dalam suatu diskusi atau seminar. • Memahami pembacaan cerpen. • Mengidentifikasi alur, penokohan, dan latar dalam cerpen yang dibacakan. • Menemukan nilai-nilai dalam cerpen yang dibacakan. Kelas XII, Semester 1 Standar Kompetensi • Memahami informasi dari berbagai laporan Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan. Kompetensi Dasar • Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran. • Memahami pembacaan novel. • Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan. • Menjelaskanunsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel. Kelas XII, Semester 2 Standar Kompetensi • Memahami informasi dari berbagai sumber yang disampaikan secara lisan. Kompetensi Dasar • Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung. • Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan melalui radio/televisi. • Memahami pembacaan teks drama • Menemukan unsur-unsur intrinsik teks drama yang didengar melalui pembacaan. • Menyimpulkan isi drama melalui pembacaan teks drama.
mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran